Bali, 06.11.08 : 01:20am
Setiap orang pasti pernah mempunyai kenangan masa kecil yang engga akan pernah terlupakan, saya juga…
Saya ingat pesan kakek saya di masa kecil, saat saya masih tinggal di perkebunan yang luar biasa indahnya: “Kita harus bisa menempatkan diri dimana pun kita berada…ketika kita berada di sawah di tengah-tengah petani, bertanyalah kepada mereka bagaimana cara membajak sawah, bagaimana cara memupuk padi, bagaimana cara memanen jagung…”
Ketika saya dewasa, saya sadar kalimat itu ternyata sakti! Dan saya kerap mempraktekan ilmu yang teramat sederhana itu. Ketika berinteraksi dengan seseorang, saya selalu bertanya apa yang menjadi keahlian mereka, mendengarkan setiap kata-kata mereka…
Berbicaralah tentang apa yang orang lain punya, bukan yang kita punya…
Lalu, di lain hari dimasa kecil, saya bertanya kepada nenek saya, “kenapa sih saya engga cantik seperti sepupu-sepupu saya yang lain??”
Nenek saya tersenyum dan berkata, “mungkin iya kamu memang kurang cantik, tapi suatu saat kamu akan tau bahwa setiap penampilan itu persis seperti kita sedang memasak, kalau masakan kita kurang garam, maka semua makanan itu tidak akan ada rasanya…”
Dengan pemahaman yang sederhana di kala itu saya benar2 engga ngerti. Tapi sekarang saya membuktikan kalimat itu. Sekarang saya engga pernah sedih lagi disaat saya melihat sepupu-sepupu saya yang cantik, malah sekarang mereka jauh bertambah cantik…tapi semua itu berbalik memotivasi saya untuk menambah sesuatu dalam diri saya. Membuat saya senantiasa belajar hal baru, membuat saya berniat untuk suatu saat bisa melakukan sesuatu yang hebat. Saya semakin yakin: there must be something I am good at…
Saya sadar hal yang besar dimulai dengan hal kecil…
hal yang kecil bisa mejadi besar, tanpa kita sadari…
Saya ingat, sedari dulu, nenek saya selalu mengajak saya membantunya mengisi teka-teki silang yang susahnya bukan main, dan nenek selalu menang, sampai sekarang…saya sering menemaninya berkebun sambil membahas film-film fiksi barat kesukaannya…nenek suka sekali membaca novel-novel barat yang berkelas, membuat saya sekarang begitu cinta dengan novel, dan akhirnya suka menulis.
Kakek saya selalu bertanya pelajaran kuliah yang bahkan saya sendiri sudah lupa. Kakek bisa diajak berbicara hampir tentang apa saja…he even can speak bi-lingual.
Kakek-nenek saya adalah figure hebat di masa kecil saya, maupun di masa sekarang. Mereka selalu berbicara hal-hal sederhana tentang kehidupan…
Ketika mereka bertambah tua, yang tersisa hanyalah nasihat bijaksana yang akan saya ingat sepanjang hidup saya…
Saya akan selalu ingat masa-masa bersama mereka…sekarang dan selamanya…
The moral of the story is: forgetting our past is easy, but remembering what have the other people done to us is often quite hard…being remembered by the others is simply the most-awarded moment, maybe the best ever…